STRATEGI PERBAIKAN KINERJA MELALUI PENINGKATAN KOMPETENSI ASN Oleh : Syahrizul

1. Latar Belakang.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Pelalawan 2016 – 2021 diamanahkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia Aparatur Sipil Negara di Pemerintahan Daerah Kabupaten Pelalawan bermaksud untuk menjadi motor penggerak pembangunan yang efektif bagi tercapainya visi Bupati Pelalawan “Inovasi Menuju Pelalawan Emas

Untuk mewujudkan visi tersebut di atas, sudah ditetapkan misi antara lain :

  1. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang unggul, beriman, bertaqwa dan berbudaya melayu.
  2. Meningkatakan kualitas kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan.
  3. Meningkatkan penguatan sistem inovasi untuk mendukung perekonomian daerah yang kuat dan berdaya saing tinggi.
  4. Meningkatkan pembangunan infrastruktur.
  5. Meningkatkan kinerja birokrasi dan otonomi desa.
  6. Meningkatkan investasi dan pengelolaan sumber daya unggulan daerah berbasis kerakyatan dan partisipasi masyarakat yang berkelanjutan.
  7. Menciptakan ketertiban dan keamanan.

Peran Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Pelalawan sangat ditekankan untuk membantu Bupati di bidang manajemen kepegawaian, khususnya melaksanakan misi pertama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Aparatur Sipil Negara, agar terjadi sinergitas semua Organisasi Perangkat Daerah menjalankan misi-misi lain yang sesuai dengan bidang tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Keberhasilan Organisasi Perangkat Daerah ditentukan oleh kemampuannya untuk menuntaskan program yang diukur dari indeks kinerja utama yang telah ditetapkan.

Dalam hal menuntaskan program berdasarkan indeks kinerja utama memerlukan sumber daya manusia Aparatur Sipil Negara yang kompeten diukur dari seberapa banyak Aparatur Sipil Negara mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan.

2.  Perumusan Masalah.

Berdasarkan kondisi riil di pemerintahan Kabupaten Pelalawan saat ini, adalah bahwa masih banyak Aparatur Sipil Negara yang tidak kompeten dibidang tugas pokok dan fungsinya, distribusi tidak merata serta tidak sesuai dengan formasi dan kebutuhan masing-masing Oganisasi Perangkat Daerah.

Oleh sebab itu perlu memprioritaskan kebijakan penyiapan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Aparatur Sipil Negara secara proporsional di semua Organisasi Perangkat Daerah untuk mencapai indeks kinerja utamanya berdasarkan standar kompetensi.

Pendidikan dan Pelatihan yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Latihan Daerah Kabupaten Pelalawan lebih banyak bersifat struktural bukan teknis dan fungsional.

Untuk mencapai indeks kinerja utama lebih dibutuhkan Pendidikan dan Pelatihan bersifat Teknis dan Fungsional.

3.  Tujuan.

Penulisan makalah ini bertujuan mencari strategi yang cocok bagi Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Pelalawan  melaksanakan tugas peningkatan sumber daya manusia  Aparatur Sipil Negara dalam rangka mewujudkan visi dan misi Bupati Pelalawan 2016 – 2021.

4.  Analisis SWOT.

Analisis SWOT ini diawali dengan mengidentifikasi faktor-faktor internal, sebagai berikut :

Kekuatan (Strength) :

  1. Adanya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pelalawan Periode 2016 – 2021 sebagai arah dan pedoman Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsinya.
  2. Memiliki Rencana Strategis sebagai acuan dalam menyusun rencana program dan kegiatan.
  3. Komitmen pimpinan dalam pengelolaan manajemen kepegawaian.
  4. Adanya Peraturan Bupati Nomor 65 Tahun 2015 tentang Disiplin Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan.

Kelemahan (Weakness) :

  1. Belum adanya tenaga Widiaiswara Aparatur Sipil Negara dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan.
  2. Belum terpenuhinya proporsionalitas, kuantitas, kualitas, distribusi dan komposisi Sumber Daya Manusia  aparatur sipil negara sesuai kebutuhan organisasi.
  3. Orientasi Aparatur Sipil Negara hanya pada jabatan struktural.
  4. Tidak liniernya kompetensi yang dimiliki Aparatur Sipil Negara terhadap bidang tugas yang diembannya.

Faktor-faktor eksternal sebagai berikut :

Peluang (Opportunities).

  1. Terbukanya kesempatan untuk pengembangan lembaga pendidikan dan pelatihan pegawai.
  2. Terbukanya kerjasama dengan lembaga pelatihan resmi lainnya.
  3. Peningkatan kesejahteraan pegawai.
  4. Pengembangan karier berdasarkan prestasi kerja.

Ancaman (Threats)

  1. Kebutuhan akan pelayanan publik yang lebih cepat, lebih baik dan lebih murah sebagai perwujudan good govenance dan daya saing.
  2. Kesiapan aparatur dalam mengantisipasi proses demokratisasi agar mampu memberikan pelayanan yang dapat memenuhi aspek transparansi, akuntabilitas dan pelayanan prima, bebas dari KKN.
  3. Adanya tuntutan reformasi birokrasi yang menghendaki perbaikan kinerja dan profesionalisme ASN.
  4. Euforia Reformasi yang berlebihan serta interpretasi sempit dalam menyikapi otonomi daerah.

Untuk memudahkan analisis secara kuantitatif, maka identifikasi terhadap faktor internal dan eksternal diberi kodefikasi seperti pada Tabel 1. berikut ini :

Tabel 1.

Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal

FAKTOR INTERNAL

Kekuatan (S) :

  1. Adanya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pelalawan Periode 2016 – 2021. (S1)
  2. Memiliki Rencana Strategis.(S2)
  3. Komitmen pimpinan.(S3)
  4. Peraturan Bupati Nomor 65 Tahun 2015. (S4)

 

Kelemahan (W) :

1. Belum adanya tenaga Widiaiswara. (W1)

2. Belum terpenuhinya proporsionalitas, kuantitas, kualitas, distribusi dan komposisi Sumber Daya Manusia  aparatur sipil negara sesuai kebutuhan organisasi. (W2)

3. Orientasi jabatan struktural. (W3)

4. Kompetensi tidak linier.(W4)

FAKTOR EKSTERNAL

Peluang (O).

1. Pengembangan lembaga pendidikan dan pelatihan pegawai. (O1)

2. Kerjasama dengan lembaga pelatihan resmi lainnya. (O2)

3. Peningkatan kesejahteraan pegawai. (O3)

4. Pengembangan karier berdasarkan prestasi kerja. (O4)

Ancaman (T)

1. Kebutuhan akan pelayanan publik yang lebih cepat, lebih baik dan lebih murah. (T1)

2. Kesiapan aparatur untuk transparan, akuntabel dan pelayanan prima, bebas dari KKN. (T2)

3. Perbaikan kinerja dan profesionalisme ASN.(T3)

4. Euforia Reformasi. (T4)

 

Menentukan faktor yang menjadi kebutuhan pencapaian tujuan adalah dengan melakukan komparasi antar faktor. Komparasi antar faktor ini menunjukkan seberapa penting atau menjadi kebutuhan untuk pencapaian tujuan dan sasaran. Faktor yang telah dilakukan komparasi antar faktor mempunyai nilai tertinggi adalah 5 (NF=5), sehingga dikatakan bahwa faktor tersebut sangat besar/tinggi dalam mendukung pencapaian tujuan dan sasaran. Sedangkan komparasi yang dilakukan mempunyai NU terkecil = 1, sehingga dikatakan bahwa faktor tersebut sangat kecil/rendah dalam mencapai tujuan dan sasaran.

Seandainya pada waktu komparasi faktor nilainya 0, maka faktor tersebut tidak lagi menjadi faktor yang menjadi kebutuhan, maka harus diganti dengn faktor lain. Untuk melakukan komparasi antar faktor dilaksanakan seperti pada Tabel 2 berikut :

Tabel 2.

Komparasi Urgensi Faktor Internal dan Eksternal

NO

FAKTOR INTERNAL

A

b

c

d

e

f

g

h

NF

BF%

a

S1

 

5

4

3

2

2

2

2

18

27,78

b

S2

4

 

4

3

2

2

2

2

19

21,05

c

S3

3

3

 

3

2

2

2

2

17

17,65

d

S4

2

2

2

 

5

4

3

2

20

10,00

e

         W1         

5

4

3

2

 

4

3

2

23

21,74

F

W2

4

3

2

2

2

 

3

2

18

22,22

g

W3

3

2

2

2

2

2

 

2

15

20,00

h

W4

2

2

2

2

2

2

2

 

14

14,29

Jumlah ..........................

23

21

19

17

17

18

17

14

 

 

 

NO

FAKTOR EKSTERNAL

A

B

c

d

E

f

g

h

NF

BF%

a

O1

 

5

3

4

5

3

4

2

26

19,23

b

O2

4

 

2

2

3

2

3

1

17

23,53

c

O3

4

3

 

4

3

4

3

1

25

16,00

d

O4

3

2

4

 

2

3

4

1

19

21,05

E

T1

3

3

3

3

 

4

4

1

21

19,05

F

T2

4

2

4

4

3

 

4

2

23

17,39

g

T3

3

2

4

4

5

4

 

1

23

21,74

H

T4

1

1

1

1

1

2

1

 

8

25,00

Jumlah .......................

22

18

19

22

22

22

23

9

 

 

Keterangan :

5 = Sangat besar/tinggi/terkait.                 NF/∑NF x 100% = BF%. NF = Nilai Faktor                      

4 = Besar/tinggi/terkait.                            BF = Bobot Faktor                 

3 = Sedang/cukup/terkait.

2 = Rendah/kedil/terkait .

1 = Sangat rendah/kecil/terkait.

Tabel 3

Evaluasi Faktor Internal dan Eksternal

Gambar 1

Peta Kekuatan Organisasi

Berdasarkan Peta Kekuatan Organisasi di atas, bahwa Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah berada pada Kwadran I. Berarti Strategi yang cocok diterapkan adalah strategi ST, seperti Tabel 4 Matrik Analisis SWOT berikut.

Tabel 4

Matrik Analisis SWOT

Dari matrik analisis SWOT diatas, dilakukan analisis antara lingkungan internal dan lingkungan eksternal, sehingga dapat ditentukan isu-isu strategis menjadi 4 (empat) kelompok strategi sebagai berikut :

  1. Strategi SO (Strengths – Opportunities), yaitu memaksimalkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang.
  2. Strategi WO (Weaknesses – Opportunities), yaitu dengan memanfaatkan peluang yang ada untuk meminimalisasi kelemahan.
  3. Strategi ST (Strenghts – Threats), yaitu dengan kekuatan yang dimiliki untuk menekan dampak ancaman.
  4. Strategi WT (Weaknesses – Threats), yaitu dengan meminimalisasi kelemahan untuk menekan dampak ancaman.

Karena berdasarkan Peta Kekuatan Organisasi menunjuk Strategi yang cocok diterapkan adalah Strategi ST, maka strategi yang diambil dari Matrik Analisis SWOT adalah sebagai berikut :

  1. Implemetasi Peraturan Bupati Nomor 65 Tahun 2015 tentang Disiplin Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam rangka memberikan pelayanan publik secara prima, transparan, akuntabel yang bebas dari KKN.
  2. Peningkatan Kompetensi Aparatur Sipil Negara dalam rangka perbaikan kinerja dan profesionalisme.

 

5. Rekomendasi.

Berdasarkan analisis SWOT diatas, serta dengan mempertimbangkan masa jabatan Bupati Pelalawan hanya tinggal 1 (satu) tahun efektif, maka usaha yang tepat untuk segera dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah adalah :

  1. Melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan untuk memperbaiki kinerja dengan meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Pelalawan sesuai kebutuhan pencapaian indeks kinerja utama.
  2. Efektifitas implementasi Peraturan Bupati Pelalawan Nomor 65 Tahun 2015 tentang Disiplin Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan. 

Tweet Share Share
BERITA TERKAIT